Kisah inspirasional, suka duka hidup dr Djohar. Bapak, kakek, kakek buyut tercinta. Kami ikhlas melepasmu kembali kehadapan Sang Khalik pada tanggal 20 Juni 2009. Namun kenangan ini kami simpan selalu sebagai kisah indah dan suri tauladan yang engkau wariskan ke anak cucu. Blog ini adalah kumpulan kenangan kami

Tentang Kakek Djohar

Kakek Djohar. Begitu dia dikenal. Meninggal di usia 94 tahun. Lahir di Payakumbuh tanggal 8 Januari 1914 kemudian bersekolah di NIAS (sekarang FK Unair) dan menjadi seorang dokter. Dalam masa pendidikan dokternya kemudian Kakek Djohar menemukan belahan jiwanya yang seorang gadis Jawa, Sutami yang siswa pedidikan perawat / bidan. Tahun 1942 menikah dan mengabdikan diri sebagai dokter di Kalimantan sampai dengan tahu 1959, kemudian tahun 1959 sampai dengan tahun 1967 Kediri. Dari pasangan Djohar-Sutami lahir sembilan orang anak. Sayang putri pertama, Nur meninggal karena muntaber di usia 2 tahun. Tetapi kedelapan anak Kakek Djohar telah berhasil dihantarkan oleh Kakek Djohar dan Oma Sutami menjadi orang yang berhasil. Baik dalam keluarga maupun dalam karier. Oma Sutami juga sempat dianugerahi gelar ibu teladan di Serang. Saat ini dari Kakek Djohar dan Oma Sutami telah lahir keluarga besar yang menyebut diri mereka Djoharfam dan memiliki 71 anggota keluarga dari anak, mantu, cucu, dan cicit. Itupun masih akan bertambah terus. Sebagai anak-anak, Djohar gen 2 berencana untuk mampu menurunkan apa yang telah diajarkan Kakek Djohar ke anak cucu. Ketika Kakek Djohar meninggal menusul Oma Sutami yang telah lebih dulu berpulang di tahun 2000, Blog ini dibuat atas prakarsa Djohar fam generasi 2 yang berharap kisah-kisah Kakek ini dapat membuat generasi penerus yang belum sempat mengenal kakek dan oma dapat mengenal Kakek Djohar dan mengambil suri tauladan mereka.

Wednesday, January 11, 2012

Mekkah, 2011. Senyumnya masih sama ya, tetap cantik-cantik

No comments:

Post a Comment