
Mekkah, 2011. Senyumnya masih sama ya, tetap cantik-cantik

Pada tahun 1982 Meta Epsi mendapat pekerjaan Pipeline 20" dari Handil ke Muara Badak di Kalimantan Timur.
Proyek ini melewati Sanga2 yg merupakan kota kecamatan di delta sungai Mahakam.
Pada tahun 1982 itu utk ke Sanga2 dari Balikpapan melewati Samboja dan diteruskan dgn boat, sedangkan kalo dari Samarinda harus lewat sungai.
Teringat bahwa Inun lahir di Sanga2 pd thn 1946 dan kakak tertua Nur dimakam disini, maka ingin rasanya utk ziarah kubur. Tapi dimanakah makam itu?
Pada satu kesempatan sewaktu melewati kantor kecamatan Sanga2, dicarilah orang yg kira2 seumur kakek.
Ternyata ada kakek2 yg begitu ditanya apa kenal dgn dokter Djohar yg dulu pernah bertugas disini? Dia tanya bahwa anda siapa? Begitu tau anaknya dr Djohar dia berteriak kalo ada anaknya dr Djohar. Keluarlah beberapa orang tua langsung merubung dan bertanya bagaimana dengan bapak Djohar sekarang. Terlihat sekali kalau kakek dulu sewaktu di Sanga2 disenangi dan disayangi orang2 setempat.
Saya bilang kalo ingin ziarah kekuburannya Nur. Mereka dgn spontan mengantarkan kesuatu bukit yg merupakan pemakaman umum. Kuburan almh Nur terpelihara rapih dan bersih. Rupanya pada saat itu oma menitipkan dan secara rutin mengirim uang utk memelihara makam tersebut.
Penerimaan penduduk seperti itu, tentu semua ini karena amalannya kakek yg pernah dilakukannya pada waktu pelarian/pengungsian dizaman setelah Jepang kalah perang di Kalimantan Timur.